OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Hindu Dharma

Agama Hindu atau Hindu Dharma yang juga disebut :
Jalan abadi atau Sanatana Dharma yang tidak memiliki awal ataupun akhir.
    Namun demikian tetap menjadi suatu kesatuan yang harus dimiliki dan dilaksanakan dalam sebuah kerangka dasar agama Hindu sehingga menjadi manusia yang sempurna.

    Sejatinya sebuah dharma bersumber dari kebenaran dan hanya kebenaran yang akan jaya (atau tetap menang) yaitu :
    Dengan tetap melaksanakan ajaran agama Hindu secara benar dimana dalam upacara Sudi Wadani disebutkan bahwa kebahagiaan pasti akan dapat tercapai pula.

    Sebab demikian keberadaan Dharma juga disebutkan tidak pernah diciptakan, karena Tuhan Yang Maha Esa sudah hadir sebelum yang lain-lainnya hadir. Dharma tidak pernah musnah selama kehidupan ini masih eksis.
    • Dharma berpusat kepada Tuhan Yang Maha Esa (God-centric). Pusat Sanatana Dharma itu adalah Tuhan  itu sendiri.
    • Weda diturunkan sebagai sabda Tuhan secara langsung dan diturunkan turun temurun dari Tuhan kepada para dewata, dari para dewata kemudian kepada para manu, selanjutnya manu menurunkan dan mengajarkan kepada para resi.
    Penyebaran Dharma selama ribuan tahun dapat dilihat melalui sejarah, melalui rute  Khyber Pass, Silk Route, dan lain-lain. Melalui penelitian ras, genetika, golongan rhesus negatif, cara makan, musik, cara menggunakan busana, adat- istiadatseni budaya, transmigrasi dari India ke berbagai sudut Asia secara langsung maupun tidak langsung.

    Tuhan yang kita pujapun Yang Maha Tunggal, namun kita menamai Beliau dengan sebutan yang berbeda.

    Sebenarnya kaum Hindu berkata bahwasanya satu bahasa tersebut bermakna satu iman  yang dilandasi oleh pemahaman universal akan hadirnya satu Pencipta.

    Kalau saja umat manusia mau duduk bersama-sama, sambil menanggalkan ego kita masing-masing, kemudian membaca sejarah dengan teliti, maka kita akan menemukan “the missing Link (garis yang hilang diantara kita).

    Karena Dunia terasa semakin sempit dalam  era-globalisasi ini, untuk itu sebaiknya kita tidak segan-segan bertata-krama dengan umat lain seperti layaknya kita bersaudara, karena memang kita semua ini bersaudara (ref1)

    Menurut Sivananda (2003:143) yang dikutip dalam salah satu komentar forum diskusi jaringan hindu nusantara (ref2), disebutkan bahwa Hindu sangatlah universal, bebas, toleran dan luwes.
    • Hindu di dalam ajarannya memiliki bermacam-macam kelompok filsafat dari Wedanta seperti Waisnawisme, Saiwisme, Saktisme dan lain-lain, serta memiliki sejumlah kepercayaan dan aliran. Hindu lebih bersifat gabungan agama dari pada agama tunggal dengan keyakinan yang terbatas. 
    • Hindu adalah persahabatan dari keyakinan dan juga suatu gabungan filsafat yang memberikan hidangan guna perenungan bagi para pengikutnya.
    Mari kita saling berbagi pengetahuan, dalam perkembangan Agama Hindu disebutkan ajaran ini memperkenalkan kemerdekaan mutlak terhadap pikiran rasional manusia.
    • Hindu Dharma tidak pernah menuntut sesuatu pengekangan yang tidak semestinya terhadap kemerdekaan dari kemampuan berpikir, kemerdekaan dari pemikiran, perasaan dan pemikiran manusia. 
    • Ia memperkenalkan kebebasan yang paling luas dalam masalah keyakinan dan pemujaan.

    Kewajiban untuk dapat merealisasikan ajaran Hindu Dharma ini dalam kehidupan sehari-hari, 

    • Tidaklah cukup dengan adanya ceramah agama saja yang sebagaimana disebutkan dalam Sad Dharma, juga perlu adanya pertemuan untuk saling memaafkan kesalahan masing-masing serta berjanji untuk tidak membuat kesalahan lagi dikemudian hari.
    • Tidaklah cukup dengan perkataan - perkataan yang mudah dituruti orang lain,
      juga dalam sad guna disebutkan, salah satu ciri seseorang yang telah berhasil melaksanakan ajaran agama yang memiliki kepribadian yaitu : bijaksana, cerdas, berwibawa dan selalu berpedoman pada Tri Hita Karana sehingga selalu dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    Sekar Madya