OM SWASTYASTU * SELAMAT DATANG DI SASTRA AGAMA INI * SEMOGA SEMUA INFORMASI YANG DISAJIKAN DI SASTRA AGAMA BERGUNA BUAT SAUDARA DAN SAUDARI * SAHABAT DAN REKAN SEMUA * ARTIKEL YANG TERSAJI DISINI MERUPAKAN REFERENSI DARI BERBAGAI SUMBER YANG TERPERCAYA * TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Mantra

Mantra yang juga biasanya diawali pranawa "Om", diucapkan dalam doa bertujuan untuk memuliakan nama Tuhan Yang Maha Esa, Sang Hyang Widhi Wasa agar memperoleh wara nugraha-Nya.

Om Awighnam Astu, semoga tiada rintangan dalam membaca semua ini, dan berikut beberapa mantra sembahyang sehari - sehari disebutkan seperti berikut ini :
  • Doa ucapan hari ulang tahunsemoga keberuntungan, kebahagiaan dan panjang umur selalu dianugrahi atas karuniaNya.
  • Tri Sandhya | untuk sembahyang tiga kali dalam sehari.
  • Panca Sembah | doa suci yang ditujukan kepada Tuhan.
Mantra Bangun Pagi | Mantra untuk Menyemblih Hewan / Binatang | Mantra Puja Astawa | Mantra Tirtha Pasupati | Sugihanagar alam ini lebih lestari untuk dapat memberikan ketenangan diri.
Mantra reringgitan dedaunan untuk tetandingan banten dimohonkan restu kepada Betara Ludra
Mantra Meditasi untuk ketenangan dan kedamaian pikiran | mantra upakara yadnya
Siwa Stawa untuk memohon penajaman pikiran dan kesucian lahir bathin |
Mantra mengawali bertani dalam Dharma Pemaculan diucapkan :"Ong Bhatari Sri, Sri Wastu ya namah swaha"
Ucapkan juga mantra untuk menjenguk orang sakitsemoga segala penderitaan dan gangguan sirna semuanya.


Kata mantra ("sthava atau doa pujian"; sraddha) disebutkan juga berakar dari bahasa sansekerta ”mantrana” yang berarti petunjuk atau pembimbing. Mantra adalah susunan kata berpengaruh yang sakral,
  • menghasilkan dampak tertentu bagi tubuh fisik dan pikiran ketika dilantunkan dengan penuh bhakti dan konsentrasi. 
  • sehingga menghasilkan vibrasi energi spiritual
Setiap satu susunan mantra terdiri dari : 
  • Matra, ukuran yang mengatur nada suara.
  • Dewata, mahluk-mahluk alam luhur.
  • Brahman, maha-kesadaran kosmik
  • Bija, benih yang menambahkan kekuatan pada mantra.
  • Shakti energi yang berbentuk mantra
  • Kilakam atau pilar pendukung yang membuat mantra menjadi kuat.
Tidak hanya setiap susunan mantra memiliki makna, tujuan dan guna. Setiap unsur kata juga. Misalnya pada kata Hara (kata akustik untuk memuja Shiva).

Simbol "Ha" menunjukkan ruang etherial dan simbol "ra" menunjukkan segala bentuk energi seperti krya shakti, energi listrik, energi magnetik, dll. Jadi ha + ra berarti : "entitas yang mengontrol seluruh ruang ether dan mengontrol seluruh energi di alam semesta”.

Pada waktu mengucapkan mantra-mantra agar selalu memulai dengan mengucapkan pranawa OM yang dalam ongkara sebagai sebuah kajian sastra disebutkan bahwa :
  • Hal ini perlu untuk mengendalikan agar mantra-mantra yang diucapkan itu benar-benar terarah dengan semestinya, dan kemudian diakhiri pula dengan mengucapkan pranawa OM, agar apa yang telah diucapkan itu tidak mudah hilang dari ingatan. 
  • Dengan mengucapkan pranawa Om berarti memuliakan nama Sang Hyang Widhi agar memperoleh wara nugraha-Nya. Demikian pula waktu menuliskan mantra-mantra, agar selalu dimulai dengan menuliskan kalimat “Om awighnamastu” dan diakhiri dengan menulis kalimat “Om Sidhirastu Tat Astu Om”

Pengucapan mantra yang berulang-ulang dalam japa mantra sebagai jalan spiritual yang sangat tua, yang sudah ada sebelum weda dituliskan sebagai teks. Japa mantra terutama sangat berguna bagi para sadhaka yang masih gelap bathinnya,
  • Karena Japa Mantra ini disebutkan sebagai cara paling gampang dan paling aman untuk pratyahara (penarikan indriya-indriya dan pikiran), dari kesadaran dunia material menuju kesadaran sejati. 
  • Melalui pengulangan mantra, kita memutar-mutar ulang intisari kesadaran dalam diri. Ini menuntun kita menuju kebangkitan kesadaran dalam diri.
Ketika suara mantra ini dilantunkan berulang-ulang, vibrasinya bergetar secara simultan dalam diri individu dan sistem kosmik. Ketika pada suatu titik kita berhasil membangun kesejajaran antara vibrasi dalam diri individu dengan vibrasi sistem kosmik, kita dapat merealisasi mantra siddhi seperti samadhi dalam meditasi.
Demikian dijelaskan arti kata mantra dalam Shakti Yoga oleh Rumah Dharma - Hindu Indonesia. 

Mantra Weda Sruti dalam aneka wajah hindu dalam kemanunggalannya disebutkan dengan jumlah syair suci atau Mantranya sebanyak 20.389. Dilihat dari jenjang kesukarannya, jenis Mantranya dibagi tiga yaitu : 
  • Paroksa Mantra yaitu Mantra yang tidak mungkin dapat dipahami oleh siapa saja kalau tidak disabdakan oleh Tuhan.
  • Adyatmika Mantra yaitu jenis Mantra yang baru dapat dimengerti bagi yang dalam keadaan suci lahir batin.
  • Pratyaksa Mantra yaitu jenis Mantra yang dapat dicapai dengan kecerdasan pikiran dan daya nalar yang baik. 
    • Keadaan Mantra Sruti yang demikian itu disebut Prabhu Samhita yaitu kumpulan Mantra yang penuh wibawa, sehingga umat kebanyakan tidak mudah mencapainya.
Sebagai tambahan disebutkan pula,   Bagi yang ingin mempelajari, disebutkan juga untuk hasil yang terbaik dimohon untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke para Sulinggih karena berhasil atau tidak tergantung dari tingkat kesucian dan spiritual kita.
    Demikianlah beberapa hal tentang mantra dijelaskan sebagai susunan kata berpengaruh yang sakral.  


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Sekar Madya